Postingan

Pertemuan

     Kemarin, Minggu sore, 28 November 2021, Dina dan ketiga puteri cantiknya, datang berkunjung ke rumahku. Mendadak. Tanpa rencana. Tiba-tiba saja. Padahal dua hari sebelumnya kami masih telponan. Cerita tentang banyak hal. Saat itu, Dina coba menghiburku.  Begitu bertemu, Dina langsung memelukku erat-erat. Kami tertawa keras, layaknya seperti dua orang gadis remaja yang sedang sama-sama  menyusuri tanjakan Sekeloa, lebih dari 30 tahun silam. Ramai sekali. Lupa sama uban di kepala. Anak-anak saling berpandangan melihat kehebohan kami. Tapi kami tak perduli. Melanjutkan tawa renyah kami. Sambil bergandengan. Dina, orang yang selalu hadir dan memberikan pelukan hangatnya, saat aku sedang berada di titik terendah dalam hidupku. Dia ada di masa-masa sulitku. Membantuku keluar dari situasi buruk itu. Dengan memberikan kata-kata yang menyejukkan. Dia memahamiku. Dan bisa menenangkan hatiku. "Menangislah. Kalau dengan menangis, bisa membuat hatimu lega. Tidak apa-apa...

Takkan Menghindar dan Bersembunyi

Gambar
Kalau aku sih, bukan tipe penghindar dan main aman. Sepahit dan sesulit apa pun, akan aku hadapi, jalani semua dengan keyakinan kalau ini memang porsi karma yang harus kuterima. Berusaha terus memupuk kebajikan agar karma burukku tidak muncul lagi, dan tertimbun oleh karma baikku. Dalam hidup, aku berusaha untuk selalu apa adanya. Tidak berusaha membangun citra demi untuk mendapatkan sebuah kesan yang positif. Jujur itu indah. Bikin langkah ringan. Nggak ada beban. Apa pun yang orang persepsikan tentang diriku, aku terima. Orang bebas-bebas saja dalam memberi kesan. Tapi itu tidak akan mempengaruhiku. Aku akan tetap jadi diri sendiri. Apa adanya. Nggak pura2...🙂 Selamat pagi. Salam sehat selalu...👍🙏 Kota Baru, Kamis, 25 November 2021 (Pkl 07:46).

Fikomers '85

Sepanjang hari ini mendung. Tidak banyak yang kukerjakan. Aku duduk-duduk santai saja. Benar-benar ingin istirahat. Tukang juga libur. Aku hanya mendengarkan lagu, sambil membaca pesan-pesan yang masuk. Termasuk dari grup Fikomers '85.  Hari ini diisi dengan berita pernikahan anaknya Lilik Leksono, Ramlan dan Mohamad Toha. Sedangkan kemarin, acara hajatan anaknya Agus Heropatria. Aku pun sudah memberikan ucapan selamat pada mereka semua. Di grup angkatan. Turut merasakan kebahagiaan mereka. Tampak Gebi begitu bersemangat. Memantau acara-acara itu lewat zoom. Agus Supriadi, Demi, dan putra Toha melaporkan langsung dari tempat acara. Sehingga teman-teman yang tak bisa hadir pun, tetap dapat menyaksikan dari rumah masing-masing. Aku sangat menikmati foto-foto yang dikirimkan ke grup. Sudah tiga kali berjalan, setiap Jumat malam, diisi dengan acara zoom meeting Fikomers '85. Mengangkat berbagai topik bahasan, dengan pembicara yang berbeda-beda. Dan aku selalu ikut.  Padahal di sit...

Musim Mangga

Musim mangga datang lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pohon mangga kami berbuah lebat. Secara bergantian. Pohon yang tumbuh di belakang dengan yang ada di depan rumah, tidak berbuah secara berbarengan. Kadang sampai berbulan-bulan baru habis. Bisa sampai tiga bulan lebih. Pohonnya pun tinggi-tinggi. Karena itu, aku biarkan masak di pohon. Dan jatuh dengan sendirinya. Saat musim mangga, aku jadi sedikit lebih sibuk dibanding hari-hari biasa. Setiap hari aku memunguti mangga-mangga itu. Kukumpulkan. Lalu membagi-bagikannya pada orang yang kukenal atau para pemulung yang lewat. Aku tidak berniat menjualnya. Aku jadikan mangga-mangga itu sebagai jembatan dalam menjalin hubungan dengan siapa saja. Berbagi lewat mangga. Bukan uang atau lainnya. Hanya itu yang aku punya. Mangga.  Meskipun pekerjaan merenovasi rumahku sudah selesai, tapi beberapa tukang masih tetap mampir. Dan aku mempersilakan mereka untuk mengambil mangga-mangga yang banyak berjatuhan itu. Aku tetap mengingat jasa me...

Akhirnya Selesai Juga...

Secara garis besar, renovasi rumah sudah selesai. Rasanya lega sekali. Kemarin, hari Sabtu, aku melakukan syukuran kecil-kecilan. Hanya bareng para tukang. Sebagai ungkapan rasa terimakasihku. Karena merekalah yang membantu mewujudkan impianku bebas dari kebocoran menahun. Terimakasih. Alam telah menolongku dengan cara mempertemukan aku dengan mereka. Orang-orang baik yang memiliki  tangan-tangan terampil. Mereka, dengan keterampilan yang dimiliki, berusaha membuat nyaman keluarga kami, secara maksimal, meski dengan budget terbatas. Aku benar-benar bersyukur dipertemukan dengan mereka. Orang-orang yang berhati baik dan jujur. Dengan segala kederhanaannya, mereka menjaga dan membantuku. Barang-barang yang berserakan di setiap sudut rumah, tetap aman. Tidak ada yang hilang. Anak-anakku pun tetap bisa belajar secara on line meski dalam situasi yang  begitu kacau. Debu, suara-suara yang muncul dari aktivitas kerja para tukang, tidak menyurutkan semangat mereka.  Rasanya lega,...

Peluncuran Buku Angkatan Kami

Hari ini Gebi secara resmi mengumumkan di grup angkatan, kalau buku "Jejak Sekeloa Fikom '85" siap diluncurkan. Minggu,  24 Oktober 2021 pukul 19.00 - 20.00 nanti akan ada zoom, membahas peluncuran buku yang berisi kumpulan tulisan dari teman-teman Fikomers '85. Rasanya senang sekali. Tak sabar ingin melihat bentuk fisik buku itu secara nyata. Dan menikmati tulisan-tulisan yang ada di dalamnya. Tulisanku termasuk salah satunya. Awalnya aku ragu untuk mengirimkan tulisanku ke Gebi. Merasa ceritaku tidak menarik. Gaya bertuturku pun tidak bagus. Di grup banyak teman yang jago nulis. Karya mereka pun sudah dibukukan.  Aku jadi minder sendiri. Merasa benar-benar tidak pede bila tulisanku bersanding dengan tulisan mereka yang hebat-hebat itu. Aku bukan siapa-siapa. Hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Hidup dalam lingkup duniaku yang sempit dan kecil. Seperti katak dalam tempurung. Sehari-hari berkutat dengan rutinitas yang itu-itu saja. Menurutku, tidak ada hal menarik y...

Berkah

Hari ini dan kemarin tukang tidak masuk. Kata kepala tukang, ada pilkades. Rumahnya dipakai sebagai tempat pelaksanaan pilkades itu.  Nggak apa-apa juga sih mereka libur. Setidaknya aku bisa istirahat sejenak, sambil mengumpulkan tenaga kembali.  Renovasi ini benar-benar menguras tenaga. Aku kelelahan memindahkan dan angkut-angkut barang, dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Pekerjaan bergeser sedikit-sedikit. Karena kami tetap tinggal di situ. Belum lagi bersih-bersihnya. Duh, ini bagian yang paling berat. Banyak sekali debu. Pernah sampai tengah malam baru selesai mengepel dan siram-siram teras. Biarlah. Tidak apa-apa. Aku pasrah saja. Kalau memang jalan ini yang harus kami lalui. Aku percaya, semua pasti akan selesai pada waktunya. Sejauh ini sudah empat ruangan yang selesai. Tinggal rapi-rapi dan ngalusin. Masih setengah perjalanan lagi. Berharap, tetap sehat dan kuat melalui semua ini. Di tengah situasi "kacau" ini, ada berita yang cukup membesarkan hatiku. Tes yang dii...