Postingan

Legacy.

Prakata Legacy Sudah lama sekali aku tidak menulis. Hampir 30 tahun. Tiba-tiba saja muncul kerinduan untuk menulis kembali. Anak-anak sudah besar, ibu mertua dan suami juga sudah tiada. Aku tak sesibuk dulu lagi. Awal-awal, aku sangat takut untuk memulainya. Tidak percaya diri. Takut dicibir sebagai tulisan sampah. Gebi mendorong dan terus menyemangati. Waktu itu dia sedang giat-giatnya mempersiapkan terbitnya buku angkatan kami yang berjudul: Jejak Sekeloa. Dia minta agar aku bersedia mengirimkan tulisanku juga. Waktu itu aku ragu. Satu sisi, ingin berpartisipasi dengan mengirimkan tulisanku. Tapi di sisi lain, ada rasa takut yang sulit untuk dijelaskan. Lama aku menimbang-nimbang. "Nggak harus nunggu bagus dan sempurna dulu, Ho. Sesuatu itu indah bukan karena dia sempurna. Itu soal  bagaimana kita tetap bisa menerima ketidaksempurnaan, sebagai sebuah kewajaran. Justeru yang berharga itu, bagaimana kamu mau mulai mencoba menulis kembali. Ayolah, kamu pasti bisa..." ujarnya, ...

Disengat Tawon

Disengat Tawon Hari ini aku cepat berangkat tidur.  Pukul 19 sudah mengantuk. Tengah malam aku terbangun. Tubuh terasa segar kembali. Kantukku hilang. Aku teringat pada kejadian beberapa waktu lalu. Setelah menyiapkan sarapan tadi pagi, aku ke depan untuk sapu-sapu. Pukul 06.30.  Daun mahoni mulai berguguran. Selain membawa sapu lidi dan pengki, aku juga membawa arit untuk nyicil nebas alang-alang dan tanaman rambat yang tumbuh liar. Meski tidak tau kapan baru akan selesai dan bersih semua, aku tak ingin memikirkannya. Cukup lakukan apa yang aku bisa. Andai cuma bisa menebang dua pohon pete cina pun, tidak apa-apa. Yang penting, aku sudah berusaha. Terus bergerak. Tanggal 24 Juli 2026, anak-anak pindah dari kontrakan. Sewa apartemen tidak diperpanjang lagi. Anak sulungku menempati rumah yang dia ambil secara mencicil. Beberapa bulan lalu sudah serah terima kunci. Semoga jadi awal yang baik untuk semuanya. Semesta memberkahi. Anak ketigaku di rumah menemani. Dia juga baru balik...

cinta dalam diam (ver 2)

Cinta Dalam Diam Akhir-akhir ini listrik sering padam. Bergantian di beberapa wilayah. Seperti hari ini. Apakah pemadaman ini ada kaitannya dengan kenaikan BBM per 11 Juni 2026, pk 00.00 WIB? Entahlah. Aku tidak terlalu mengikuti berita. Lebih kepikiran sama harga-harga kebutuhan pokok yang naik drastis. Sebagai rakyat biasa, hanya bisa pasrah dan menerima keputusan tersebut, sembari berharap, semua akan baik-baik saja. Situasi perekonomian akan kembali stabil. Dari Seputar Info Cikampek, PLN menyatakan, pemadaman dilakukan dalam rangka kegiatan pemeliharaan dan penguatan jaringan distribusi. Listrik mati, berarti pekerjaan akan jadi tertunda. Orderan yang masuk tak bisa diproses. Ada kekhawatiran juga sih. Tak terbayangkan kalau kena pinalty lagi... Semua akan hangus. Kerja keras selama ini akan jadi sia-sia. "Tapi, masih ada satu kesempatan. Semoga situasi tak menentu ini cepat berlalu, dan segala sesuatunya dimudahkan jalannya..." gumamku dalam hati. Harap-harap cemas. Dal...

Bunga teratai

Bunga Teratai Dari kecil aku sudah menyukai bunga teratai. Menurut ayahku, namaku masih ada kaitannya dengan teratai. Dengan memberi nama Ho Lian, yang secara harafiah dapat diartikan sebagai teratai yang baik, bisa tumbuh di mana saja.  Ayah berharap, aku akan tumbuh jadi sosok perempuan yang kuat, mudah beradaptasi dengan berbagai situasi.  Dulu, banyak teratai yang tumbuh di sawah dan tanah rawa belakang rumah kami. di antara pohon besiang. Di pinggirnya, banyak berjajar pohon sagu yang besar-besar dan menjulang tinggi. Di situ airnya tak pernah surut. Kami tak pernah diperbolehkan mendekati tempat itu. Airnya sedalam dada orang dewasa. Nenekku khawatir kami jatuh terpeleset dan tenggelam di sana. Pematangnya kecil dan licin. Akupun suka makan biji teratai. Rasanya manis.  Nenek dan abang sepupuku suka membawakannya bila habis pulang dari sawah. Nenek dan abang sepupuku yang menanam padi di sawah. Ibu dan kakak ipar, mengawasi anak-anak,  mengurus keperluan rumah,...

daftar isi

Daftar isi Daftar isi 1. Catatan untuk seorang teman (3 Februari 2024). 2. Terimakasih orang-orang baik (13 Juli 2026). 3. Lupa (13 Juli 2026). 4. Mengunjungi teman lama (29 Maret 2026). 5. Tentang sebuah proses (23 Mei 2026). 6. Obrolan di WAG Fikomer '85 tentang "Menangis dan Cinta" (19 Juni 2026). 7. Berdoa (22 Juni 2026). 8. Defenisi bahagia (21 Juni 2026). 9. Cinta dalam diam (20 Juni 2026). 10. Doa untuk anak-anakku (14 Januari 2022). 11. Tetap semangat (23 Agustus 2025). 12. Merawat semangat (6 September 2025). 13. Cabut gigi (27 Maret 2026). 14. Ibu Intan (27 Mei 2025). 15. Memasuki usia 60 tahun - edisi mengenang Nenekku yang penyayang (11 Mei 2026). 16. Bunga kecil berwarna jingga (27 Oktober 2024). 17. Arief - edisi reuni ke 40 tahun (10 Februari 2025). 18. Pemberkahan nikah anakku (4 Juni 2024). 19. Kembali (14 April 2024). 20. Doa untuk keluargaku (25 Januari2024). 21. Mas Sugi si baik hati (14 Juli 2026). 22. Obrolan di grup tentang sebuah "Proses"...

pesan dan kesan teman-teman

**Kesan dan Pesan** 1. Sugiono, Fikomer '85, berdomisili di Cirebon. Meski belum membaca bukunya secara utuh, beberapa tulisan yang sudah dibagikan di WAG Alumni FIKOM 85 rasanya cukup mewakili isi bukumu. Tulisanmu mengalir, jujur, lugas, dan tanpa banyak basa-basi. Latar belakang jurnalistikmu tidak berhenti sebagai teori, tetapi benar-benar kamu praktikkan melalui buku yang merekam perjalanan hidup, nostalgia masa kuliah, dan kehidupan setelah meninggalkan bangku kuliah. Sebagai sahabat dan sesama alumni FIKOM 85, saya melihat buku ini layak dibaca karena di dalamnya bukan sekadar cerita pribadi, tetapi juga ada potongan kenangan yang mungkin membawa pembacanya kembali pada masa-masa yang pernah kita lalui bersama. 2. Meldiana Martha, Fikomer '85, berdomisili di Bandung. Saya senang dan bangga pada sahabatku Ho Lian yang sudah menuliskan kisah-kisah inspiratifnya melalui pengalaman bersama teman dan keluarganya. Melalui kisah-kisahnya itu, saya juga  belajar untuk menghadapi...

open komisi

Open Komisi Gambar  Situasi perekonomian akhir-akhir ini tidak begitu baik. Harga-harga kebutuhan pokok terus merangkak naik.  Sampai pusing mengatur uang belanja bulanan. Jangan kan berpikir untuk menabung, tidak defisit saja rasanya sudah bersyukur banget.  Anakku juga mengeluh, dagangan akhir-akhir ini jadi agak sepi.  Karena itu, dia terpaksa melakukan pemotongan uang bulanan untuk adiknya. Yang biasa membantunya bikin list dan desain dari orderan yang masuk di olshopnya.. "Aku sedang berusaha menaikkan penjualan lagi. Untuk efisiensi, pekerjaan yang bersifat repetitif, aku alihkan ke AI. Dhamma otomatis terkena imbasnya. Aku nggak bisa bantu penuh seperti bulan-bulan sebelumnya." Dia berusaha menjelaskan situasinya.  Aku tercenung mendengarnya. Kaget, tapi berusaha tetap tenang. Aku coba memahami kesulitan yang sedang dihadapinya. Di sisi lain, aku juga khawatir pada anak keempatku. Saat ini dia sedang skripsi. Bagaimana dia melewati hari esok? Selama ini d...