semua orang bisa berubah
Semua Orang Bisa Berubah Beberapa hari ini, aku lelah sekali. Sampai ketiduran di kursi. Baru juga pulang dari nengokin anak-anak di Jakarta, sudah disambut dengan beberapa masalah. Mulai dari pohon pisang dan bambu yang roboh. Menghalangi jalan keluar masuk menuju rumah. Sampai tumpukan daun mahoni, plastik-plastik, dan sterofom yang memenuhi got depan pagarku. Bekas orang makan dan dilempar sembarangan. Belum lagi teman lama suamiku semasa di SMA dulu tiba-tiba menelepon. Dia ingin membangun rumah di sebelah lahan kami. Memang berbatasan langsung. Dan meminta pohon tinggi yang tumbuh dekat dengan bangunannya itu, segera dipotong. Dia khawatir pohon itu akan roboh dan menimpa rumahnya. Aku menyanggupi, sambil terus berpikir, ke mana harus mencari tukang tebangnya. Aku menarik nafas dalam-dalam... Saat itu aku sedang sendirian di rumah. Anak ketigaku mendadak harus ke Jakarta. Ada gangguan di bagian produksi. Kakak keduanya butuh back up segera. Sementara p...