Postingan

cabut gigi

Cabut Gigi Kota Baru, 27 Maret 2026 (Pk 21:41). Gigi gerahamku sudah dua kali patah. Pertama, karena menggigit ceker ayam. Aku suka bikin sop dan memasukkan beberapa potong ceker agar kaldunya lebih banyak, dan warna kuah sopnya lebih menarik. Kuning keemasan. Kedua, patah saat aku sedang mengunyah sukro. Jadi gigi geraham kedua sebelah kiri bawah, hanya tersisa sepertiganya.  Sangat tidak nyaman saat makan. Kadang berdenyut sampai ke leher, dan bikin badan meriang. Namun, aku belum menemukan dokter yang pas dan cocok. Beberapa kali ke dokter gigi, pelayanannya tidak sesuai harapan. Mungkin karena pakai BPJS ya. Bagiku, rasa aman dan percaya itu sangat penting.  Kalau dokter yang menangani tidak friendly, ketus, bisa dipastikan aku tidak akan melanjutkan perawatan di klinik itu lagi. Aku akan cari cara sendiri untuk sementara mengatasi rasa sakitnya. Setidaknya, untuk membantu meredakan. Entah itu dengan minum rebusan air jahe, kunyit, serai, mengunyah bawang putih atau menela...

MENJENGUK TEMAN Sakit.

Mengunjungi Teman Lama Aku ke Bekasi tanggal 17 Maret 2026, ditemani anak perempuanku. Kami naik kereta Cikuray.  Aku sudah janjian sama Gebi untuk bertemu dengan Ulani dan Ika Jatnika hari itu. Sebelum aku sempat meminta dan mengeluarkan kata-kata saktiku, Gebi sudah menawarkan diri terlebih dahulu untuk menjemputku. Mungkin dia iba padaku, atau, bisa jadi dia sudah hapal dengan lagak lagu lamaku.  "Kamu mau berbuat baik nggak?" Biasanya aku akan mengeluarkan kata-kata itu, bila ingin meminta seseorang melakukan sesuatu untukku. Selalu begitu. Hahaha... "Besok aku jemput, jam 11 ya Ho..." Ujarnya menegaskan. Langsung, tanpa basa basi. "Ya nggak bisa jam 11 tepat begitu, Geb. Aku kan butuh waktu untuk jalan keluar dari kereta... 11.15..." Aku berusaha menjelaskan. Agar dia tak perlu menunggu terlalu lama. "Selisih 15 menit mah, cin cai-lah, Ho..." Dia membalas disertai emot tertawa. Kereta terlambat tujuh menit saat berhenti di stasiun tujuan. Me...

foerever young

Merawat Semangat  Kemarin pagi, Mas Sugi, mengirimkan lagu lama Forever Young, di grup angkatan kami. Mas Sugi memang suka menghibur teman-teman, dengan pilihan lagu-lagunya yang bagus. Grup tak pernah sepi. Selalu ada saja yang kami jadikan sebagai topik bahasan, atau sekedar menjadi bahan guyonan ringan. Mengurangi ketegangan, di tengah gencarnya berita-berita demo mahasiswa, solidaritas para ojol yang mengantarkan almarhum Affan Kurniawan yang tewas terlindas rantis yang dikendarai brimob, ke tempat peristirahatan terakhir. Seluruh negeri berduka, menangisi kepergiannya yang tragis. Semoga Affan beristirahat dengan damai di keabadian. Semesta melindungi. Tiap hari, ada saja cerita dan celoteh kami di grup. Begitulah, cara kami merawat semangat, di usia yang tak lagi muda... Sudah seminggu, demo masih belum mereda. Pikiranku tak tenang. Khawatir melebar ke mana-mana.  Secara pribadi, aku tidak menentang. Asal aspirasi disampaikan secara elegan. Kritik memang diperlukan, untu...

lupa mencatat

Tetap Semangat Banyak hal yg sudah terjadi. Namun, aku belum sempat mencatatnya. Juli, Agustus merupakan bulan yg sangat sibuk. Aku disibukkan dengan belajar, sekaligus membantu aktivitas kerja anak ketigaku.  Kini, hari-hariku terasa dikejar-kejar deadline. Aku mulai memperhatikan peralihan waktu, dari jam ke jam. Mulai merasakan cepatnya waktu berlalu. Mulai pukul 14.00, pengiriman paket sesi pertama, disusul sesi kedua pada pukul 19.00, dan berakhir pada pukul 23.00... Begitulah rutinitasku setiap hari. Aku mulai belajar mengatur waktu, bagaimana packing barang yang cepat dan tepat, agar jam pengiriman tidak terlewat, dan anakku tak sampai harus kena pinalti. Harus mulai membiasakan diri mengikuti sistem dan ritme kerja yang berlaku. Sudah setengah tahun ini, tepatnya sejak bulan Maret 2025, anak ketigaku banting stir, berhenti kerja, dan mulai jualan on line. Sebagai ibu, aku mengerahkan segala daya upayaku, untuk mendukungnya... Keputusan ini diambil setelah melalui banyak per...

Kamis, 3 Juli 2025, pukul 21.23.

Hari ini hari pengukuhan Ulan sebagai guru besar di bidang komunikasi. Ikut bahagia, bangga, dan bercampur haru, bisa hadir dan  menyaksikan momen bersejarah bagi Ulan. Buah dari kerja keras, ketekunan, semangat pantang menyerah, disertai doa-doa yang tak pernah putus ia panjatkan. Aku berangkat ditemani Ehi, putri bungsuku. Kami naik kereta sampai Cikarang. Setelah itu, nyambung grab car ke tempat acara. Kereta penuh. Banyak anak-anak. Memang sekarang sedang libur sekolah. Bersyukur, kami dapat tempat duduk. Kami sampai, pukul 12 kurang. Teman-teman Fikomers '85 sebagian sudah datang. Yang pertama-tama kulihat, Gebi. Dia mengantarkan kami untuk menemui teman-teman lain. Seketika, suasana menjadi ramai dengan gelak tawa dan canda kami. Aku duduk di meja sebelah, terpisah dengan Eni, Ika, Rika, Iwan, Yuyus, Inne, Asep Tatang, dan Gebi. Di meja itu ada teman Ulan dari Binus, satu lagi dari kementrian pendidikan. Tak lama kemudian, Ensi dan Nova datang bergabung. Didi, Tatat, Yoki, da...

ibu intan

Mengenang Ibu Susiani Intan Guru yang menunjukkan jalan bagiku... Dalam perjalanan hidupku yg sudah memasuki usia ke 59 tahun ini, banyak bertemu dan berinteraksi dengan berbagai macam orang. Salah satunya , Ibu Susiani Intan. Guru agamaku semasa duduk di bangku SMA.  Ibu Intan punya tempat khusus di hatiku. Bagiku, beliau sosok yg banyak menginspirasiku, mendorongku untuk selalu belajar mengembangkan diri. Berperawakan jangkung, mengenakan kaca mata dengan bingkai putih, berkulit terang, kuning langsat, berhidung mancung, dengan rambut keriting sebahu. Setiap hari mengenderai motor bebek warna merah ke sekolah. Kulit wajahnya sangat bersih. Bercahaya. Suaranya halus. Bibirnya selalu menebarkan senyum. Aku pernah berpikir, apakah beliau perwujudan dari seorang bodhisatva, seperti yang ada di buku-buku itu? Aku benar-benar terkesan. Aku merasa menemukan sosok panutan yg nyata, tidak sekedar tokoh cerita protagonis di buku-buku cerita dongeng yg pernah kubaca. Dari beliau, untuk pert...

lupa

Lagi2 aku lupa mematikan kompor. Padahal saat merebus air tadi, aku sudah mewanti2 diri sendiri utk mengingatnya. Sedih rasanya. Kok aku bisa jadi seperti ini. Daya ingat menurun.  Sebenarnya aku berusaha untuk tidak mengeluhkan apa pun. Aku selalu mengingatkan diri sendiri utk menyadari n menerima porsi diri sendiri. Dan bersyukur untuk semua itu. Tadi, aku sudah tertidur pulas. Tiba2 terbangun. Dikejutkan oleh suara kakakku. Yg menegurku dengan nada tinggi n pandangan tdk suka. Matanya melebar. Aku melirik jam dinding. Pukul 23.00 wib tepat. Berarti 3 jam. Aku merebus air pk 20.00 tadi.