Legacy.
Prakata Legacy Sudah lama sekali aku tidak menulis. Hampir 30 tahun. Tiba-tiba saja muncul kerinduan untuk menulis kembali. Anak-anak sudah besar, ibu mertua dan suami juga sudah tiada. Aku tak sesibuk dulu lagi. Awal-awal, aku sangat takut untuk memulainya. Tidak percaya diri. Takut dicibir sebagai tulisan sampah. Gebi mendorong dan terus menyemangati. Waktu itu dia sedang giat-giatnya mempersiapkan terbitnya buku angkatan kami yang berjudul: Jejak Sekeloa. Dia minta agar aku bersedia mengirimkan tulisanku juga. Waktu itu aku ragu. Satu sisi, ingin berpartisipasi dengan mengirimkan tulisanku. Tapi di sisi lain, ada rasa takut yang sulit untuk dijelaskan. Lama aku menimbang-nimbang. "Nggak harus nunggu bagus dan sempurna dulu, Ho. Sesuatu itu indah bukan karena dia sempurna. Itu soal bagaimana kita tetap bisa menerima ketidaksempurnaan, sebagai sebuah kewajaran. Justeru yang berharga itu, bagaimana kamu mau mulai mencoba menulis kembali. Ayolah, kamu pasti bisa..." ujarnya, ...