Pengukuhan Ulan Sebagai Guru Besar Hari ini hari pengukuhan Ulan sebagai guru besar di bidang komunikasi. Ikut bahagia, bangga, dan bercampur haru, bisa hadir dan menyaksikan momen bersejarah bagi Ulan. Buah dari kerja keras, ketekunan, semangat pantang menyerah, disertai doa-doa yang tak pernah putus ia panjatkan. Aku berangkat ditemani Ehi, putri bungsuku. Kami naik kereta sampai Cikarang. Setelah itu, nyambung grab car ke tempat acara. Kereta penuh. Banyak anak-anak. Memang sekarang sedang libur sekolah. Bersyukur, kami dapat tempat duduk. Kami sampai, pukul 12 kurang. Teman-teman Fikomers '85 sebagian sudah datang. Yang pertama-tama kulihat, Gebi. Dia mengantarkan kami untuk menemui teman-teman lain. Seketika, suasana menjadi ramai dengan gelak tawa dan canda kami. Aku duduk di meja sebelah, terpisah dengan Eni, Ika, Rika, Iwan, Yuyus, Inne, Asep Tatang, dan Gebi. Di meja itu ada teman Ulan dari Binus, satu lagi dari kementrian pendidikan. Tak lama kemudian, Ensi dan Nov...
Memasuki usia 60 tahun Mengenang Nenekku Yang Penyayang Beberapa hari lagi, aku akan genap berusia 60 tahun. Aku berpikir lama, sambil mengingat-ingat. Apa saja yang telah kulalui dari waktu ke waktu dalam fase hidupku, hingga saat ini... Aku terlahir di sebuah keluarga sederhana sebagai anak kedua dari tujuh bersaudara, di sebuah desa kecil, Kab.Asahan Sumut. Sosok yang melekat erat di ingatanku sampai hari ini adalah nenekku, dari pihak ibu. Bagiku, nenek sosok perempuan tangguh, ulet, sabar, pekerja keras, dan sangat penyayang. Menyelesaikan masalah tanpa banyak mengeluh. Ciri khas perempuan Jawa yang berhati lembut. Selalu mengenakan samping dan kebaya, dengan rambut disanggul. Seluruh hidupnya diperuntukkan untuk keluarga. Dari nenek, aku banyak belajar. Salah satu hal yang masih kuingat dan kurindukan sampai hari ini adalah saat makan bersama. Nenek selalu memastikan seluruh anggota keluarga kumpul semua di meja kayu yang besar dan panjang itu, baru akan me...
Kota Baru, Kamis, 16 Desember 2021 (Pkl 21:31). Sesorean ini hujan turun deras sekali. Suasana hatiku sedang tidak baik. Aku merasa buruk sekali. Tapi aku berusaha menepis semua kesedihan itu. Tidak. Aku tak boleh lemah. Aku percaya, besok, semua akan baik-baik saja. Banyak hal yang bisa kukerjakan. Mungkin, hari ini bukan hari keberuntunganku. Begitulah. Saat kecemasan dan rasa khawatir menghampiri, aku selalu coba untuk menetralisirnya kembali. Menghibur dan menguatkan diri sendiri. Ya, aku punya banyak ketakutan, tentang hari esok yang tak pasti. Aku selalu bertanya dalam hati, apa aku akan mampu melewati hari esok? Bagaimana nasib anak-anakku nanti setelah ditinggal ayahnya pergi? Apa yang bisa kulakukan? Makin dipikir makin sesak rasanya. Semoga Semesta akan selalu menjaga kami... Doaku dalam hati. Aku tak ingin berlama-lama membiarkan diriku terjebak dalam keresahan yang tak berujung. Lebih baik aku membaca untuk mengalihkan semua rasa tidak ny...
bahagia di hati sendiri dan sesama
BalasHapusIya...☺
HapusTerimakasih...🙇