Hari ini hari pengukuhan Ulan sebagai guru besar di bidang komunikasi. Ikut bahagia, bangga, dan bercampur haru, bisa hadir dan menyaksikan momen bersejarah bagi Ulan. Buah dari kerja keras, ketekunan, semangat pantang menyerah, disertai doa-doa yang tak pernah putus ia panjatkan. Aku berangkat ditemani Ehi, putri bungsuku. Kami naik kereta sampai Cikarang. Setelah itu, nyambung grab car ke tempat acara. Kereta penuh. Banyak anak-anak. Memang sekarang sedang libur sekolah. Bersyukur, kami dapat tempat duduk. Kami sampai, pukul 12 kurang. Teman-teman Fikomers '85 sebagian sudah datang. Yang pertama-tama kulihat, Gebi. Dia mengantarkan kami untuk menemui teman-teman lain. Seketika, suasana menjadi ramai dengan gelak tawa dan canda kami. Aku duduk di meja sebelah, terpisah dengan Eni, Ika, Rika, Iwan, Yuyus, Inne, Asep Tatang, dan Gebi. Di meja itu ada teman Ulan dari Binus, satu lagi dari kementrian pendidikan. Tak lama kemudian, Ensi dan Nova datang bergabung. Didi, Tatat, Yoki, da...
Mengenang Ibu Susiani Intan Guru yang menunjukkan jalan bagiku... Dalam perjalanan hidupku yg sudah memasuki usia ke 59 tahun ini, banyak bertemu dan berinteraksi dengan berbagai macam orang. Salah satunya , Ibu Susiani Intan. Guru agamaku semasa duduk di bangku SMA. Ibu Intan punya tempat khusus di hatiku. Bagiku, beliau sosok yg banyak menginspirasiku, mendorongku untuk selalu belajar mengembangkan diri. Berperawakan jangkung, mengenakan kaca mata dengan bingkai putih, berkulit terang, kuning langsat, berhidung mancung, dengan rambut keriting sebahu. Setiap hari mengenderai motor bebek warna merah ke sekolah. Kulit wajahnya sangat bersih. Bercahaya. Suaranya halus. Bibirnya selalu menebarkan senyum. Aku pernah berpikir, apakah beliau perwujudan dari seorang bodhisatva, seperti yang ada di buku-buku itu? Aku benar-benar terkesan. Aku merasa menemukan sosok panutan yg nyata, tidak sekedar tokoh cerita protagonis di buku-buku cerita dongeng yg pernah kubaca. Dari beliau, untuk pert...
Memasuki usia 60 tahun Beberapa hari lagi, aku akan genap berusia 60 tahun. Aku berpikir lama, sambil mengingat-ingat. Apa saja yang telah kulalui dari waktu ke waktu dalam fase hidupku, hingga saat ini... Aku terlahir di sebuah keluarga sederhana sebagai anak kedua dari tujuh bersaudara, di sebuah desa kecil, Kab.Asahan Sumut. Sosok yang melekat erat di ingatanku sampai hari ini adalah nenekku, dari pihak ibu. Bagiku, nenek sosok perempuan tangguh, ulet, sabar, pekerja keras, dan sangat penyayang. Menyelesaikan masalah tanpa banyak mengeluh. Ciri khas perempuan Jawa yang berhati lembut. Selalu mengenakan samping dan kebaya, dengan rambut disanggul. Seluruh hidupnya diperuntukkan untuk keluarga. Dari nenek, aku banyak belajar. Salah satu hal yang masih kuingat dan kurindukan sampai hari ini adalah saat makan bersama. Nenek selalu memastikan seluruh anggota keluarga kumpul semua di meja kayu yang besar dan panjang itu, baru akan memulai makan. Cucunya diabsen satu per s...
bahagia di hati sendiri dan sesama
BalasHapusIya...☺
HapusTerimakasih...🙇