Postingan

Buku "Bukan Dramaturgi"

Gebi menghubungiku H-3 reuni.  Reuni kali ini  masih kental dengan nuansa Idhul Fitri, akan mengangkat tema tentang halal bil halal (HBH)... Tidak bilang apa-apa. Hanya mengirimkan screen shoot percakapannya dengan Ulani tentang buku "Bukan Dramaturgi." Saat itu aku sedang menikmati sebungkus sukro sambil mendengarkan lagu kesukaanku. Melupakan penat sejenak, menghibur diri sembari bernyanyi-nyanyi kecil.  Aku terkejut. Aku pikir, urusan buku sudah selesai. Jadi, aku tenang-tenang saja. Tak mengira sakit Ulani kali ini cukup serius dan butuh istirahat total. Aku langsung menelpon Dina, Yenny dan Wenny. Tanpa basa basi, aku ceritakan pesan Gebi, dan meminta mereka mengumpulkan buku-buku itu. Sesegera mungkin. Mereka bertiga tinggal di Bandung, sehingga merekalah yang paling memungkinkan untuk bisa mengantarkan buku-buku itu ke rumah Inne.  Aku minta pengertian mereka. Setengah memaksa. "Beneran kirim ya. Jangan sampai meleset lho. Kalo nggak, aku yang diuber-uber sama...

Paralon Toren Copot

Paralon air menuju toren copot semalam. Kami tidak punya tabungan air. Jam sudah menunjuk di angka sepuluh. Hatiku benar-benar resah. Berbagai macam pikiran buruk berkecamuk di benakku malam itu. Ada begitu banyak ketakutan. Aku merasa sangat tak berdaya. Aku duduk sambil  memejamkan mata, dan menarik nafas dalam-dalam. Berusaha menenangkan hati. Hanya itu yang bisa kulakukan. Sembari berharap, malam segera berganti pagi. Semoga Atuk bisa memperbaikinya, dan mesin penyedot air bisa normal kembali.  Bersyukur, Atuk bisa memasang paralon itu, dan mengikatnya dengan kawat, agar kuat, tak mudah lepas. Setelah diperiksa, ternyata mesin penyedot airnya aman. Syukurlah. Aku merasa lega sekali. Alam selalu menjagaku, dengan caranya. Aku hembuskan nafas keras-keras. Aku merasa seperti baru terbebas dari himpitan batu yang sangat besar. Ada kelegaan yang mendalam. Aku benar-benar bersyukur. Alam selalu baik padaku.  Malam ini, aku bisa tidur dengan tenang. Dhamma sudah membaluri ke...

Sekedar Mencatat

20-22 Maret 2022 ikut reuni ke Yogya. 24 Maret 2022 Jimmy Yosua, suami Lisda Miryam meninggal dunia. 27 Maret 2022 Dhamma balik Cikampek. Cagga dan Ehi berangkat ke Jakarta. 28 Maret 2022 Akan melanjutkan pekerjaan yang  tertunda. Kota Baru, Minggu, 27 Maret 2022 (11.51).

Catatan Hari ini : Peluncuran Buku Mustofa

Gambar
Novel baru karya Mus sudah beredar.  Mus sudah membuat pengumuman resminya di grup induk Fikomers '85 tadi pagi. Aku ikut bangga atas ketekunannya menelurkan karya. Banyak teman yang memberi ucapan selamat dan memesan buku itu. Aku juga pesan sebuah. Sebagai bentuk apresiasiku atas usahanya dalam menghasilkan karya. "Nggak usah beli. Aku ingin menghadiahkannya untukmu. Karena kau selalu mendukungku."  Demikian pesan yang masuk dari Mus. "Maafkan. Bukan aku tidak menghargai niat baikmu, Mus. Itu cara aku mengapresiasi buah jerih payahmu. Doakan aku agar selalu sehat ya. Terimakasih..." balasku atas pesannya. Aku pikir, dengan membeli, berarti aku memang benar-benar ada effort. Dengan begitu, aku akan lebih hati-hati dalam menjaga bukunya. Semoga Mus bisa mengerti dan memahami jalan pikiranku.  Pukul 19.39:   Persiapan ke Yogya Besok, tanggal 20 Maret 2022. Kami akan berangkat ke Yogya untuk temu kangen dengan teman-teman seangkatan. Semua tampak berse...

Temu Kangen

Gambar
Empat tulisan yang sudah kuunggah, terpaksa kutarik dan kuhapus. Sebenarnya, sayang banget. Aku selalu menulis dengan sepenuh hati. Semua itu berupa catatan dari kejadian sehari-hari. Aku tak ingin semua yang kualami, berlalu begitu saja.  Tapi, sudahlah... Aku jadi malas nulis. Mengamati lalu mencatatnya, seperti kebiasaanku selama bertahun-tahun. Ada sisa dempul, dan aku gunakan untuk menambal nat-nat keramik. Menutup rumah rayap dan semut. Harga semen putih, tiga ribu rupiah sekilo. Bisa beli eceran. Toko matrialnya hanya selisih satu rumah dari tempat tinggalku. Aku lebih suka belepotan dempul dan cat, atau memotong ranting-ranting pohon,  dibanding memasak atau nyetrika. Aku melakukan semua pekerjaan itu semata-mata untuk merawat akal sehatku agar aku tetap bisa waras. Kamar mandi depan sudah selesai dicat. Tinggal rapi-rapi pintunya. Aku ganti  alumunium pelapisnya dengan seng talang anti karat. Mudah2an bisa lebih awet. Yang ada di pikiranku, bagaimana supaya kuat ...

Ujian Sekolah

Tiba-tiba hujan turun. Deras sekali. Padahal tadi pagi, langit begitu cerah. Rencanaku untuk bakar sampah terkendala. Tapi ada bagusnya juga sih. Aku jadi tak perlu menyiram tanaman. Ada anak pohon sukun dari Mama Rama, dan semaian biji srikaya pemberian Mama Ken Ken. Kemarin, aku  juga menyebar bibit kemuning. Aku suka bunganya yang berwarna putih, kecil-kecil, dan wangi. Lembut. Seperti aroma terapi. Dan harumnya bisa menembus sampai ke dalam rumah, saat  malam hari. Membuat hati dan pikiranku jadi tenang. Dulu, aku mendapatkan bibit kemuning itu dari Kakek Hakimi, dua pohon, setinggi 15 cm, di polybag. Aku mulai suka pada bunga setelah kelahiran anak perempuanku. Itu pun bunga-bunga yang tidak manja, dan butuh perawatan khusus. Aku tak sempat mengurusnya. Selalu kerepotan dengan pekerjaan di rumah. Aku sebar segenggam bijinya yang merah menyala, di luar pagar, dekat jalan raya. Tanahnya sudah digemburkan Atuk. Sampah-sampah plastiknya dibakar. Aku ingin di depan pagarku tum...

Akhirnya, Menerima...

Pukul 14:17 : Hari ini cuaca panas. Kalau aku mencuci, pasti semua kering. Tapi hatiku berat sekali untuk mulai mengerjakannya.  Padahal baju kotor menumpuk, seember besar. Biasa, oleh-oleh anak lanangku dari Jakarta. Aku beneran males. Rasanya kok lemes banget.  Setelah selesai memasak, aku duduk-duduk santai. Nonton youtube, sambil sesekali mengecek pekerjaan Atuk. Memasang keramik dinding kamar mandi depan. Aku pikir, sekalian saja dirapikan. Agar lebih mudah dibersihkan. Dapur bisa menyusul belakangan. Pelan-pelan. Disesuaikan dengan kemampuan.  Aku tak ingin memaksakan diri. Aku tau, kebutuhan anakku juga banyak. Bisa mempekerjakan satu orang tukang saja pun, aku sudah bersyukur sekali.  Atuk termasuk orang yang apik dan jujur. Tidak pilih-pilih kerjaan. Mulai semprot rumput, mupuk tanaman, nebang pohon, sampai rapi-rapi rumah. Seperti mengecat, nembok, pasang keramik, mlafon.  Serba bisa. Katanya sudah 14 tahun ikut kerja proyek dengan Pak Karman. Pernah k...