jj ciater

Temu Kangen di Ciater

Tanggal 28 Oktober 2026 nanti kami merencanakan temu kangen di Ciater. Rencana ini tercetus begitu saja. Diawali dengan ngobrol-ngobrol biasa di grup Jurnalistik '85. Ditambah rencana Helly yang mau turun ke Bandung dari Bali. Kami makin semangat mematangkan rencana. Saling tarik menarik dan mengajak teman-teman lain untuk ikut bergabung. Demi terwujudnya rencana tersebut.

Memasuki usia 60 tahun, memang sudah banyak di antara kami yang memasuki dan menjalani masa pensiun. Anak-anak sudah beranjak dewasa. Sehingga mulai berpikir untuk menggagas sebuah acara bersama, untuk sekedar kumpul dan ngobrol-ngobrol ringan. 

Saat muda, kita disibukkan dengan berbagai macam tuntutan tanggung jawab. Membangun karir dan keluarga. 
Setelah menua, saat anak-anak satu per satu meninggalkan rumah dan membangun masa depannya sendiri, kita pun mulai merasakan kerinduan untuk bertemu dan mengenang masa-masa muda kita dengan teman-teman lama.

Mengenang masa di mana kita melakukan kebodohan atau kesalahan, yang kalau dipikir lagi dengan wisdom yang kita miliki sekarang ini, mungkin, seharusnya tidak akan sampai menguras energi lahir batin sedemikian parahnya. 

Usia boleh nambah, tapi semangat harus tetap dijaga. Itu yang selalu jadi motto kami.

Suasana saat kumpul-kumpul itu yang selalu ngangeni. Celetukan-celetukan spontan, gelak tawa, dan obrolan-obrolan ringan lainnya. Kalau makanan dan tempat acara sih, bagiku, tidak jadi prioritas utama. Yang paling penting itu adalah semangat kebersamaannya. Tak perduli apa pun jabatannya, status, latar belakang, dan lain sebagainya. Kita kumpul sebagai teman lama. Itu saja.

Kita sudah cukup tua untuk saling memahami, memaklumi, bahwa teman tetaplah teman.
Tidak berpikir, benefit apa yang bisa didapat dengan membangun relasi ini? Tidak semua hal dalam hidup harus dipenuhi dengan hitung-hitungan untung dan rugi kan?

Aku selalu percaya, segala sesuatu yang dibangun tulus dari hati akan selalu membawa kebaikan. Mungkin tidak secara materi ya. Tapi kegembiraan yang tercipta bisa meningkatkan imunitas jasmani dan rohani. 

Dengan ngobrol-ngobrol, wawasan jadi terbuka. Kita jadi mendapat inspirasi dan motivasi. Saling menghibur, menguatkan. Dari setiap pertemuan, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Dan saat kita kembali ke kehidupan kita sendiri, kita menjadi manusia dengan energi yang telah diperbarui.

Apa pun bentuknya, aku selalu mensyukuri itu.
Aku sadar, keberadaanku hari ini, tak lepas dari interaksi dan dukungan yang terbangun selama ini bersama teman-teman.
Terimakasih ya, kalian memberi aku kesempatan dan ruang untuk mengisi hari-hari senjaku, menjadi lebih berwarna, lebih bermakna. Dan tentu saja, menjadi lebih indah.
Aku merasa tidak sendirian.
Aku pun merasa diriku berharga. 

Kota Baru, Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 15.03.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisahku (part 1)

pengukuhan Ulan sebagai guru besar

memasuki usia 60 tahun