berbagi kebahagiaan kecil

Mas Sugi, Si Baik Hati

Di grup angkatan kami, ada seorang teman yang selalu rajin kirim lagu, tulisan ringan tentang kesehatan atau kehidupan sehari-hari. 

Membuat ucapan selamat ulang tahun disertai gambar foto diri yang berulang tahun. Hasilnya bagus-bagus.
 
Namanya Sugiono. Aku biasa memanggilnya dengan sebutan Mas Sugi. 

Kenapa aku harus panggil "Mas" padahal sama-sama seangkatan?

Di satu kesempatan, Mas Sugi pernah bercerita. Bahwa sesungguhnya dia menamatkan sekolah menengah atasnya pada tahun 1984. Bukan 1985.

Panggilan itu juga sebagai bentuk apreasi atas kebaikannya, serta luasnya wawasan dan pengetahuannya. Aku merasa, masih harus lebih banyak belajar darinya.

Awal pertama bertemu Mas Sugi itu, setelah tiga puluh tahun lebih, saat Yoki bikin trip jalan-jalan ke Yogya, dan menginap di pondok Sakabisa, miliknya.

Itu jadi kali pertama juga buat aku bisa bertemu teman-teman lama lainnya. Rasanya senang, terharu...
Sulit diungkapkan dalam kata-kata.

Awalnya, aku hampir tidak mengenali Mas Sugi. Pangling beneran.
Dia tersenyum dan menyapa ramah. Memperlihatkan deretan gigi yang rata dan masih utuh.

Saat menjabat tanganku, dia bertanya...
"Masih ingat sama saya?" Suaranya pelan, nyaris tak terdengar. Berpembawaan tenang, kata-kata yang terucap darinya teratur. Berstruktur SPOK. EYD banget.

Aku jawab : "Samar-samar. Lupa-lupa ingat..." 
Dia tersenyum, lalu duduk di kursi yang bersebelahan denganku, hanya dipisahkan oleh lorong untuk orang-orang berlalu lalang. Dia duduk di baris sebelah kiri, sedangkan aku di baris sebelah kanan.

Sepanjang perjalanan , kami ngobrol tentang banyak hal. Waktu itu aku cerita tentang kakiku yang sering bengkak dan sakit. Refleknya juga melemah. 

Sedangkan dia menceritakan, bisa bebas dari penyakit diabet, dengan jaga pola makan yang tertib. Tiap hari mengkonsumsi ikan. 
"Nggak harus ikan yang mahal kok,"  ujarnya.

Setelah mendengar ceritaku, Mas Sugi menyarankan untuk mulai jaga pola makan, mengurangi berat badan, dan mengkonsumsi makanan sehat, antara lain :  biji-bijian/kacang-kacangan dan ikan.
"Makan ikan kembung itu bagus. Menyehatkan." 

Setelah pulang jalan-jalan dari Yogya itu, aku bertekad untuk lebih memperhatikan kesehatan.

Ternyata, nggak enak jalan-jalan kalau badan tidak fit. Nggak bisa ikutan manjat-manjat untuk ambil spot foto yang bagus seperti Anggita, Nova, Yayi, Antiq, dan lainnya. 

Berkat mengikuti saran Mas Sugi, berat badanku yang tadinya 78 kg, sekarang turun dan stabil di angka 70-72 kg.

Lumayanlah. Lututku sudah tidak sakit saat dibawa berjongkok.

Kakiku juga sudah mulai jarang bengkak. Hasil cek terakhir, tekanan darah, kolesterol, asam urat,  menunjukkan kemajuan yang positif. 

Selalu ada nilai yang didapat dari bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan teman lama. Aku bersyukur untuk itu. Sehat itu karunia yang tak ternilai.

Meski jujur ya, sampai sekarang juga, aku masih belum bisa sepenuhnya menerapkan pola hidup sehat. Masih susah lepas dari goreng-gorengan.
Kalau semua serba dikukus, rasanya hidup ini hambar. Lemes. Nggak ada indah-indahnya.

Karena sering berinteraksi di grup, hubunganku dengan teman-teman seangkatan terasa cair. Nggak kaku. Semua seperti saudara.

Awal-awal bergabung sih, ada perasaan takut-takut juga. 

Dengan Mas Sugi juga demikian.

Dia selalu membuatkan ilustrasi untuk tulisanku, atau komen-komenku di grup. Sekalipun tanpa diminta,
Tindakannya itu sangat nengharukan.

Aku pernah bertanya langsung padanya.
"Kok Mas Sugi baik banget. Seperti bikin ucapan selamat ulang itu untuk teman-teman?" 

"Saya senang bisa bikin orang bahagia. Meskipun lewat hal-hal kecil seperti itu. Biar grup tetap rame dan hidup. Ada AI yang bantu. Tinggal poles sedikit, jadi deh..." 

"Tidak hanya di grup Fikom '85, di grup SMA juga saya melakukan hal yang sama." Jawabnya kalem.

"Kita sudah tua. Sudah di penghujung perjalanan.
Tidak ada lagi yang perlu kita kejar dan buktikan.
Mengisi waktu dengan hal-hal positif. Menghibur teman-teman," lanjutnya. Aku manggut-manggut, mengiyakan.

Bersyukur, di grup angkatan kami, berbagai macam talenta ada. Semua punya keunikannya sendiri.
Kami bergabung sebagai sebuah keluarga besar.
Terimakasih Semesta...

Semoga semangat kebersamaan ini tetap terawat ya.
Kita semua sehat, menua dengan bahagia...


Kota Baru, Selasa, 14 Juli 2026, pk 13:15.













Komentar

Postingan populer dari blog ini

ibu intan

Kamis, 3 Juli 2025, pukul 21.23.

Bunga Teratai