Doa

Berdoa

Hari ini topik yang diangkat Mas Sugi di grup angkatan kami adalah: tentang "Doa".

Aku berpikir sambil menggoreng tahu.
Ya, keseharian hidup kita, memang tak luput dari aktivitas "berdoa".

"Doa" menjadi pendorong utama. Mengarahkan kita untuk selalu berusaha menjalani hidup dengan baik.

Dengan berdoa, hati jadi lebih mantap dan fokus, setiap kali hendak mulai melakukan sesuatu. 

Doa membangkitkan kesadaran, keyakinan dalam diri, bahwa kebaikan akan selalu menuntun dan membawa kita pada kebaikan juga. Apa yang bukan jadi bagian kita, tidak akan menimpa kita.

Setiap mau berangkat tidur, aku menyediakan waktu beberapa saat untuk berdialog dengan diriku sendiri, dan berdoa sebentar...

"Terimakasih untuk hari ini. Aku bisa melewatinya dengan baik.
Semoga besok aku bisa bangun dalam keadaan baik pula.
Terimakasih Semesta. 
Semoga semua makhluk, hidup berbahagia. Sadhu, sadhu, sadhu." 

Esok harinya, saat bangun tidur, sebelum memulai aktivitas, aku pun berdoa dulu.
"Terimakasih, aku masih bisa bangun pagi ini.
Semoga hari ini berjalan dengan baik. Aku bisa menjalaninya dengan penuh kesadaran. 
Semoga semua makhluk, hidup berbahagia, terbebas dari segala bentuk penderitaan." 

Setiap mau makan, dan setelah selesai makan, aku akan berujar dalam hati: "Terimakasih untuk berkah hari ini. Semoga makanan ini menyokong tubuh jasmaniku."

Aku pun berharap, orang-orang di luar sana diberkahi dengan makanan yang cukup. Dijauhkan dari hal-hal buruk. 

Bila sedang menghadapi masalah berat, aku akan berulang-ulang mengatakan pada diriku : " Semoga kami mampu melewatinya. Semoga masa-masa sulit ini akan segera berlalu..." Lalu, baca paritta. 

Setelah itu,  aku baca/ tonton kisah perjalanan hidup orang-orang terkenal dari belahan bumi manapun juga. Seperti kisah Jensen Huang, Jack Ma, Xi Jin Ping, Andy F. Noya, Steve Jobs, Mark Zuckerberg, Keanu Reeves, Ibrahim Traore dari Burkina Faso, dll. Bahkan aku pernah menangis saat membaca kehidupan masa muda Bahlil Lahadia di Papua, minim fasilitas, dan hampir meninggal karena malnutrisi !

Jalan hidup seseorang memang sulit ditebak. Tiap orang punya jalan cerita hidup sendiri.
Dari kisah mereka, kita jadi belajar. Hidup tidak selalu berjalan mulus, seideal yang kita inginkan.
Pada akhirnya, baik buruk diri kita sendirilah yang tentukan.

Kisah mereka sangat inspiratif dan mampu membangkitkan motivasi dari dalam diriku.
Ya, mereka pun harus melewati jalan yang penuh liku.
Satu hal yang kupahami, adalah....
Semua orang berjuang.
Semua orang juga bekerja keras.

Untuk anak-anakku, aku selalu mendoakan keselamatan mereka, lahir bathin. Semoga mereka dikelilingi orang-orang yang baik.
Dijauhkan dari lingkar pergaulan yang membuat pandangan mereka menjadi kabur, sehingga sulit untuk membedakan yang salah dan benar.
Semoga hati, pikiran, ucapan dan tindak tanduk mereka selalu terjaga, terkendali dengan baik.
Semoga para Bodhisatva akan selalu melindungi dan menjauhkan mereka dari hal-hal buruk dan tercela...

Sebagai rakyat biasa, aku pun berdoa untuk negeriku.
Semoga selalu dilindungi, aman sejahtera.
Para pemimpin akan memimpin dengan adil dan jujur.
Bangsa ini tetap bersatu dan menjunjung tinggi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika.

Kota Baru, Senin, 22 Juni 2026, Pk 15:24.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamis, 3 Juli 2025, pukul 21.23.

ibu intan

memasuki usia 60 tahun