lupa mematikan kompor


Lupa Mematikan Kompor

Lagi2 aku lupa mematikan kompor. Padahal saat merebus air tadi, aku sudah mewanti2 diri sendiri utk mengingatnya.
Sedih rasanya. Kok aku bisa jadi seperti ini.suka lupa. Daya ingat menurun. 
Apa otakku jadi mengerut kecil?

Sebenarnya aku berusaha untuk tidak mengeluhkan apa pun. Aku selalu mengingatkan diri sendiri utk menyadari n menerima porsi diri sendiri. Dan bersyukur untuk semua itu.

Tadi, aku sudah tertidur pulas. Tiba2 terbangun. Dikejutkan oleh suara kakakku. Yg menegurku dengan nada tinggi n pandangan tdk suka. Matanya melebar. Aku melirik jam dinding. Pukul 23.00 wib tepat. Berarti 3 jam. Aku merebus air pk 20.00 tadi.

Aku bangkit, dan membasuh wajahku, lalu mengeringkannya pelan-pelan.
Aku coba mengingat-ingat kembali. Sepertinya aku ketiduran tadi. 

Dari kejadian ini, aku berkata pada diriku sendiri. Untuk selalu bersikap tenang. Mulai mencatat untuk membantu mengingat. 
Masak air tidak boleh ditinggal. 

Setelah menemukan jawaban itu, aku merasa lega.
Semoga besok2, aku bisa lebih fokus lagi dengan apa yang sedang kukerjakan.
Apa saja yang sudah kukerjakan hari.

Dari kejadian ini, aku sadar.
Lambat atau cepat, aku dan kakakku pasti akan ribut besar.
Kami sama-sama keras.
Selama ini aku sudah banyak menahan. Untuk  menghindari konflik lebih tajam. Dengan cara sapu2 atau cabut-cabut rumput di luar rumah.
Aku khawatir kemarahanku meledak bila terus-terusan dimarahin dan disentak-sentak seperti anak kecil.
Walau pada kenyataannya, memang betul kalau dia itu kakak tertuaku. Keberadaannya menggantikan orangtua.

Kota Baru, Rabu,16 April 2025, pukul 00:52.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

pengukuhan Ulan sebagai guru besar

memasuki usia 60 tahun

Kisahku (part 1)